RENUNGAN CU

Salam sukses!

Beberapa hari lalu – dalam sebuah waktu senggang sambil menenggu sebuah keputusan besar bagi masa depan saya – saya menyempatkan diri kembali membaca buku ‘Sustainable Market-ing Enterprise’-nya Pak Hermawan Kartajaya dengan Philip Kotler yang ada di mobil. Saya masih saja menemukan hal-hal yang menarik yang saya pikir perlu sahabat-sahabat credit union sekalian untuk ikut terinspirasi dan beraksi.

Bagi saya, ada tiga komponen dari sebuah enterprise (perusahaan) yang dinamis, ‘INSPIRATION, CULTURE, INSTITUTION’. Sebuah perusahaan harus mempunyai inspirasi ketika didirikan. Tanpa hal ini, sebuah perusahaan akan cepat habis, karena tidak mempunyai alasan dan cita-cita. Karena itu, di komponen inspirasi ini kita sering mendengar yang namanya ‘mission’ dan ‘vision’.

Banyak orang yang suka memakai kata-kata ini, tapi pengertiannya berbeda-beda. Demikian juga penggunaannya. Sering sama antara keduanya, tercampur atau malah terbalik! Di model SME, terdefinisikan ‘mission’ sebagai bentuk abstraknya ‘WHAT BUSINESS ARE WE IN’. Tanpa mission, sebuah perusahaan tidak mempunyai ‘reason for being’ ketika kali pertama dilahirkan. Sedangkan ‘vision’ adalah bentuk big picture-nya dari Goal yang akan dicapai dalam jangka waktu tertentu.

Tanpa vision, sama saja perusahaan itu tidak mempunyai ‘the future dream’. Kalau mission ditulis terlalu idealis, seperti ‘akan menjadi agent of change of the world’ atau ‘akan membuat kehidupan manusia lebih baik’ maka bentuknya masih abstrak.

Karena itu, penulisan mission harus diteruskan menjadi business yang akan dimasuki. Ini adalah sesuatu yang konkret sebagai pelaksanaan misi tersebut. ‘Agent of change of the world’, misalnya, bisa diterjemahkan jadi bisnis perumahan. Tapi, bisa juga jadi credit union! Lewat pembuatan dan penjualan produk-produk credit union yang ‘sehat dan edukatif’, misalnya, sebuah credit union bisa mengubah sebuah ‘slum community’ menjadi komunitas yang baik.

Tapi, ada juga misi yang ditulis lebih jelas. Misalnya yang sering saya jumpai di credit union, ‘memperbaiki kualitas hidup masyarakat dalam bidang ekonomi’. Maka, uraian bisnisnya lebih sederhana, misalnya ‘produksi produk-produk yang inovatif’. Sedangkan vision adalah gambaran tentang pencapaian atau achievement dalam jangka waktu tertentu.

Yang terkenal adalah bagaimana Presiden John F. Kennedy mencanangkan suatu tekad bahwa orang Amerika harus sudah mendarat di bulan sebelum pergantian dekade 60-an. Visi ini lantas diterjemahkan menjadi goal yang lebih konkret dalam bentuk yang lebih kuantitatif oleh NASA. Jadi, kalau hal ini diterapkan dalam credit union tadi, misalnya, ‘menjadi market leader di bidang keuangan dalam waktu lima tahun’.

Nah, ini mesti diterjemahkan lagi menjadi goal yang harus lebih konkret. Misalnya, market leader sampai 30 persen di bidang tabungan di Nusa Tenggara Timur pada 2015.

Biasanya goal ini lantas dirinci lagi menjadi lebih detail, tentang jenis tabungan, bunga, sistem pengelolaan, benefit, dan kuantitas yang akan ditawarkan dan dijual. Banyak anggapan bahwa mission dan vision adalah sesuatu yang harus indah, idealis, dan sakral. Bung Karno terkenal dengan salah satu ucapannya, ‘Capailah bintang-bintang di langit!’ Bagus sih kedengarannya, tapi sangat tinggi. Bisa memberi inspirasi, tapi mempunyai ruang yang sangat besar untuk penerjemahannya ke hal yang lebih konkret.

Buat suatu perusahaan, apalagi yang belum terlalu besar, termasuk credit union, menurut saya, tidak perlu ‘segitunya kalee!’. Misi John F. Kennedy supaya Amerika tetap menjadi negara superpower di dunia, jangan sampai kalah dari Uni Soviet dan visinya yang jelas lengkap dengan tahun targetnya jauh lebih realistis. Dan, menurut saya, misi dan visi tidak perlu sakral dan tidak bisa berubah! Karena itu, tidak perlu berjangka panjang. Apalagi, kalau industrinya sangat dinamis.

Kalau mau lebih panjang, berarti lebih abstrak dan big picture dan semakin tidak jelas. Akhirnya susah dimengerti stakeholder-nya. Bahkan, karyawan perusahaan pun banyak yang tidak mengerti misi dan visi itu. Cuma indah digantung di kantor! Dan sayangnya ini yang masih banyak terjadi di credit union.

Dalam kurun waktu tertentu, perusahaan perlu memperbaiki misi dan visi, agar perusahaan lebih membumi. Ini harus inline dengan analisis 4C-nya. Kalau ada perubahan landscape bisa saja, misi dan visi berubah. Dan, biasanya rentangan waktu ideal adalah tiga sampai lima tahun untuk sebuah misi dan visi. Jangan terlalu panjang, karena kita tidak akan pernah bisa prediksi yang akan terjadi.

Wong tiga tahun saja sudah susah kok. Zaman sudah berubah. Perubahan berjalan begitu dinamis dan dahsyat, sehingga tiga sampai lima tahun adalah kurun waktu yang ideal.

Bagaimana dengan CULTURE dan INSTITUTION? Saya akan membahasnya dalam beberapa hari mendatang!

Bagaimana pendapat Anda?
Terima kasih dan semoga membawa kebaikan.

OLEH : ANANG TS

http://www.facebook.com/?ref=home#!/profile.php?id=1194530638

ENTERPRENEUR SOCIETY

4 Modal Menjadi Entrepreneur (Ternyata Bukan Uang)
Wimar’s World
28 March 2007

Inspirasi dari Entrepreneur

Laporan oleh Hayat Mansur

Walau banyak kasus korupsi dan persoalan lainnya, ekonomi negara kita bisa tetap berjalan. Ini tentu saja berkat ada penggerak-penggerak di masyarakat yang tidak tergantung pada peraturan dan pemerintah. Mereka yang jarang diketahui orang ini disebut entrepreneur. Ini beberapa dari mereka dan upaya yang telah dilakukan untuk menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita.

Wimar’s World Rabu malam (28/3) menghadirkan tiga orang entrepreneur yaitu Bob Sadino (pemilik supermarket Kem Chicks), Hadrijanto Satyanegara (PR Manager Patrakom), dan Fred Hehuwat (salah satu pendiri Yayasan ASHOKA Indonesia). Mereka adalah orang-orang yang tidak putus asa bahkan bersemangat dan memberi contoh kepada kita. Berikut potongan percakapan mereka dengan Wimar Witoelar.

Empat Modal Entrepreneur

Wimar: Katanya, Anda dulu pelaut, lalu bagaimana Anda bisa sampai menjadi entrepreneur dengan membuka supermarket?

Bob: Sederhana saja. Saya dulu bekerja di negeri Belanda dan berkeliling Eropa. Ketika kembali ke Indonesia, saya melihat telor di sini berbeda dengan telor yang saya lihat di Eropa.

Wimar: Apa bedanya?

Bob: Beda bentuknya. Jadi, saya meminta orang mencari ayam yang bisa bertelor.

Wimar: Apakah saat itu Anda sudah ahli ayam atau telor?

Bob: Salah satu faktor saya menjadi seperti saat ini karena saya beruntung tidak mengetahui apa-apa.

Wimar: Apakah Anda mempunyai banyak teman di bank yang bisa menyediakan modal?

Bob: Bank hanya untuk menabung saja

Wimar: Jadi tidak betul orang membutuhkan modal untuk membangun usaha baru.

Bob: Apa pengertian modal itu? Banyak orang hanya menterjemahkan modal itu hanya benda yang bisa dilihat dan dihitung saja, pokoknya uang. Sebetulnya ada modal yang tidak bisa dilihat. Ini modal pegangan bagi seseorang untuk menjadi entrepreneur yaitu,

1. Harus mempunyai kemauan
2. Tekad yang bulat
3. Keberanian mengambil peluang. Ada sejuta peluang di luar sana termasuk di dalam badan kita sendiri

Wimar: Bob, saya bertemu banyak sekali orang yang ingin menjadi enterpreuner. Katanya, itu susah sekali karena iklim tidak kondusif, peraturan tidak berpihak pada pengusaha. Bagaimana ini Bob?

Bob: Ketiga faktor tadi belum membuat seseorang untuk masuk menjadi enterpreuner. Faktor keempat adalah Anda jangan cengeng dan tahan banting.

Manfaatkan Teknologi

Wimar: Kita beralih ke Hadrijanto. Perusahaan Anda menyediakan sarana telekomunikasi di perusahaan terpencil. Bagaimana perusahaan Anda bisa berbisnis di daerah terpencil?

Hadrijanto: Kita melihat ada peluang usaha dan keterbatasan saran telekomunikasi terutama di luar Pulau Jawa. Mereka mempunyai kebutuhan dan terkadang mereka memiliki uang. Telekomunikasi itu bukan lagi kebutuhan sekunder tapi sudah primer. Karena itu kita berupaya membantu menyediakan sarana telekomunikasi di daerah terpencil.

Wimar: Berapa banyak dan dimana contohnya?

Hadrijanto: Di Kalimantan Timur seperti di daerah pedalaman Samarinda, Tabang. Kalau sekarang jumlahnya sekitar 150 unit

Wimar: Jadi karena daerah terpencil maka mereka mesti wireless. Jadi dipergunakan satelit.

Hadrijanto: Iya, kita mengadakan warung telekomunikasi satelit (Wartelsat).

Wimar: Kuncinya di sini mahal tapi kok bisa dikerjakan dan orang tidak membayar mahal. Jadi, siapa yang memberikan dukungan sehingga ini tersedia?

Hadrijanto: Sebenarnya yang mendukung itu teknologi. Kita memanfaatkan teknologi yang ada. Kita melakukan rekayasa teknologi di dalamnya sehingga kita bisa. Secara kualitas memang tidak bisa mencapai seperti cyber atau berlangganan, tapi untuk daerah terpencil cukup memadai agar ada sarana telekomunikasi.

Wimar: Apakah investasi itu akan kembali dari sisi uang?

Hadrijanto: Mungkin bukan kembali tapi kita berusaha mencapai break event point saja. Itu sudah bagus.

Wimar: Itu mungkin perbedaannya antara perusahaan tempat Anda bekerja dengan Bob Sadino. Kalau Bob, pure entrepreneur yaitu investasi dan uang kembali. Sedangkan Anda, ada yang investasi dan kembali dalam bentuk menyenangkan masyarakat.

Social Entrepreneur ASHOKA

Wimar: Ini yang ketiga Fred Hehuwat. Dia pada 1983 mendirikan Yayasan ASHOKA Indonesia. Saya tahu karena turut mendirikannya, tapi saya tidak tahu kelanjutannya. ASHOKA memakai konsep social entrepreneur. Apa konsep itu dan apa yang dikerjakan Ashoka saat ini?

Fred: Kalau kita biasanya mengaitkan dengan kegiatan ekonomi. Memang lahirnya istilah social entrepreneur ini dari Ashoka. Kalau kita membandingkan sektor ekonomi dan industri yang perkembangannya sangat maju maka bidang sosial seperti pendidikan dan kesehatan tertinggal. Kalau kita melihat kondisi di Indonesia, kondisi sosial merupakan yang sangat parah. Siapa yang menangani ini? Biasanya kita menggantungkan harapan pada pemerintah. Kita semua tahu pemerintah banyak keterbatasannya. Kalau ini tidak ada jalan pintas yang diciptakan maka keadaannya makin lama makin ketinggalan.

Wimar: Apa orang yang dibina ASHOKA?

Fred: Kita membina orang-orang yang memiliki program-program entrepreneur. Awalnya, seseorang melihat keadaan, mengenal lapangan, mempunyai ide cemerlang, mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah, tidak tergantung fasilitas, dan sebagainya, maka ide cemerlang itu akan kita bantu. Kita mencari orang-orang seperti itu.

Wimar: Berapa orang yang sudah dibina sejak 1989?

Fred: Sekarang ada sekitar 140 orang di Indonesia.

Wimar: Ini konsepnya internasional. Kalau dengan contoh konsep internasional, kita mungkin lebih mengerti social entrepreneur itu?

Fred: Kalau kita melihat social entrepreneur yang top adalah Muhammad Yunus dari Banglades dengan program di Grameen Banknya sehingga meraih hadiah Nobel. Idenya itu yang paling unik dan bagus.

Wimar: Kalau saya membaca di brosur Anda, ASHOKA banyak juga bergerak di daerah-daerah. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi di sana?

Fred: Saya kira mereka tidak akan menunggu sesuatu tapi melihat keadaan. Kemungkinan-kemungkinannya berbeda. Kendalanya juga berbeda. Jadi mereka sama sekali tidak menunggu sesuatu dari luar. Dari mereka sendiri tumbuh ide, “Oh, keadaannya begini. Ini yang bisa saya lakukan.”

Wimar: Bagaimana Anda memilih orang yang akan dibina itu?

Fred: Saya kira kita memang memilah-milah orang terutama berdasarkan penilaian,

1. Apakah idenya itu baru?
2. Apakah orang yang melakukan itu, menurut penilaian kami, mempunyai kemampuan?
3. Bagaimana dampaknya ide tersebut? Kalau dampaknya kecil maka kita tidak tertarik.

Wimar: Kalau Bob Sadino 50 tahun lalu yaitu saat masih remaja, apakah bisa menjadi pilihan ASHOKA? Apakah syarat-syarat yang ada pada diri Bob itu yang dicari ASHOKA?

Fred: Mungkin sifat-sifatnya iya, tapi bidangnya mungkin tidak. Bob tentu ingin berhasil secara komersial, sedangkan yang kita nilai adalah bagaimana dampaknya pada kehidupan sosial.

Alfi (penelpon dari Bekasi): Saya sangat tertarik dengan Yayasan ASHOKA Indonesia. Bagaimana mekanisme kontrol terhadap orang yang didukung sebagai entrepreneur di ASHOKA?

Wimar: Jadi pertanyaannya bagaimana niat baik orang tersebut bisa dikontrol?

Fred: Pertama, kita memiliki jaringan yang cukup banyak sehingga dapat memberi informasi ke kita. Kedua, kita tentu memonitor bagaimana perkembangan selanjutnya dari orang yang didukung. Sesungguhnya ASHOKA sendiri tidak mau banyak mengontrol. Kalau entrepreneur mau berkembang jangan terlalu banyak dikontrol, jadi kita hanya memonitor saja.

Dampak Perubahan Pemerintah

Wimar: Kita telah mengalami perubahan drastis pemerintahan sejak 1998 hingga sekarang. Jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya, apakah ada perbedaan perubahan tersebut untuk masing-masing bidang entrepreneur?

Fred: Sangat berbeda. Dulu kita untuk mendirikan ASHOKA harus mengumpet-umpet. Sekarang sangat leluasa

Bob: Iya ada perbedaan. Tapi Saya dari dulu tidak tertarik dengan pemerintah. Saya hanya ingin kami jangan terlalu banyak diatur-atur karena yang tahu mengenai usaha saya adalah saya.

Hadrijanto: Kalau kita melihat lebih baik sekarang karena peraturan pendukungnya jauh lebih baik dan sikap dari teman-teman daerah juga sudah lebih terbuka.

KOPERASI SIMPAN PINJAM

Makalah Pengertian Koperasi

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Koperasi…

Bagi Masyarakat Indonesia, Koperasi sudah tidak asing lagi, karena kita sudah merasakan jasa Koperasi dalam rangka keluar dari kesulitan hutang lintah darat. Secara harfiah Kpoerasi yang berasal dari bahasa Inggris Coperation terdiri dari dua suku kata :

– Co yang berarti bersama

– Operation = bekerja

Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk kerja sama dapat disebut koperasi.

Pengertian pengertian pokok tentang Koperasi :

1. Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama.
2. Menggabungkan diri secara sukarela menjadi anggota dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai pencerminan demokrasi dalam ekonomi.
3. Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.
4. Pengawasan dilakukan oleh anggota.
5. Mempunyai sifat saling tolong menolong.
6. Membayar sejumlah uang sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat menjadi anggota.

Sebetulnya suatu definisi itu meskipun banyak persamaannya, tetapi orang banyak yang memberi tekanan pada salah satu unsurnya. Hal ini tergantung pada perbedaan segi pandangan palsafah hidup orang yang mengemukakan tentang Koperasi, sebagai pelengkap dari pengertian koperasi menurut UU No. 12/1967 (undang undang pertama mengenai Koperasi Indonesia), diantaranya :

– Dr.C.C. Taylor

Beliau adalah seorang ahli ilmu Sosiologi, dapat diperkirakan tinjauan beliau adalah tinjauan yang menganggap bahwa Koperasi adalah konsep sosiologi. Menurutnya koperasi ada dua ide dasar yang bersifat sosiologi yang penting dalam pengertian kerja sama :

1. Pada dasarnya orang lebih menyukai hubungan dengan orang lain secara langsung. Hubungan paguyuban lebih disukai daripada hubungan yang bersifat pribadi.
2. Manusia (orang) lebih menyukai hidup bersama yang salig menguntungkan dan damai daripada persaingan.

Sesuai dengan pandangan Taylor tersebut Koperasi dianggap lebih bersifat perkumpulan orang daripada perkumpulan modal, selain dari sudut pandang ETIS/ RELIGIOUS dan sudut pandang EKONOMIS.

– Intenational Labour Office (ILO)

Menurut ILO definisi koperasi adalah sebagai berikut :

….. Cooperation is an association of person, usually of limited means, who have voluntaily joined together to achieve a common economic and through the formation of a democratically controlled businnes organization, making equitable

contribution of the capital required and eccepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking.

Definisi di atas terdiri dari unsur unsur berikut :

1. Kumpulan orang orang
2. Bersifat sukarela
3. Mempunyai tujuan ekonomi bersama
4. Organisasi usaha yang dikendalikan secara demokratis
5. Kontribusi modal yang adil
6. Menanggung kerugian bersama dan menerima keuntungan secara adil.

– Margaret Digby

Menulis tentang “ The World Cooperative Movement “ mengatakan bahwa koperasi adalah :

1. Kerjasama dan siap untuk menolong
2. Adalah suatu usaha swasta tetapi ada perbedaan dengan badan usaha swasta lain dalam hal cara untuk mencapai tujuannya dan penggunaan alatnya.

– Dr. C.R Fay

…..suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangan tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa. Sehingga masing masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan tingkat hubungan mereka dengan perserikatan itu.

– Dr. G. Mladenata

Didalam bukunya “ Histoire des Doctrines Cooperative “ mengemukakan bahwa koperasi terdiri atas produsen produsen kecil yang tergabung secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama ,dengan saling bertukar jasa secara kolektif dan menanggung resiko bersama dengan mengerjakan sumber sumber yang disumbangkan oleh anggota.

– H.E. Erdman

Bukunya “ Passing Monopoly as an aim of Cooperative” mengemukakan definisi sebagai berikut :

1. koperasi melayani anggota, yang macam pelayanannya sesuai dengan macam koperasi
2. rapat anggota memutuskan kebijakan dasar juga mengangkat dan meberhentikan pengurus
3. pengurus bertanggung jawab dalam menjalankan usaha dan dapat mengangkat karyawan untuk melaksanakan kebijaksanaan yang diterima dari rapat anggota.
4. Tiap anggota mempunyai hak satu suara dalam rapat anggota tahunan. Partisipasi anggota lebih diutamakan daripada modal yang dimasukan.
5. Anggota membayar simpanan pokok, wajib dan sukarela. Koperasi juga dimungkinkan meminjam modal dari luar.
6. Koperasi membayar bunga pinjaman sesuai dengan batas yang berlaku yaitu sesuai dengan tingginya yang berlaku di masyarakat.
7. SHU ( Sisa Hasil Usaha ) dibayar pada anggota yang besarnya sesuai dengan jasa anggota

1. Dalam hal mengalami kegagalan, anggota hanya bertanggung jawab sebesar simpananya di koperasi

– Frank Robotka

Bukunya yang berjudul “ A Theory of Cooperative “ menyakan bahwa penulis penulis Amerika serikat umumnya menerima ide ide tentang koperasi sebagai berikut :

1. koperasi adalah suatu bentuk badan usaha yang anggotanya merupakan langganannya. Koperasi diorganisasikan , diawasi dan dimiliki oleh para anggotanya yang bekerja untuk kemanfaatan mereka sendiri
2. praktek usahanya sesuai dengan prinsip prinsip Rochdale
3. Koperasi adalah suatu kebalikan dari persaingan yaitu bahwa anggota lebih bersifat kerja sama daripada bersaing diantara mereka
4. Koperasi bukan perkumpulan modal dan tidak mengejar keuntungan, lain dengan badan usaha bukan koperasi yang mengutamakan modal dan berusaha mendapatkan keuntungan
5. Keanggotaan koperasi berdasarkan atas perseorangan bukan atas dasar modal

– Dr. Muhammad Hatta

Dalam bukunya “ The Movement in Indonesia” beliau mengemukakan bahwa koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarka tolong menolong. Mereka didorong oleh keinginan memberi jasa pada kawan “ seorang buat semua dan semua buat seorang” inilah yang dinamakan Auto Aktivitas Golongan, terdiri dari :

1. Solidaritas
2. Individualitas
3. Menolong diri sendiri
4. Jujur

– UU No. 25 Tahun 1992 (Perkoperasian Indonesia)

Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang beradasarkan atas dasar asas kekeluargaan.

Itulah beberapa pengertian mengenai Koperasi, yang sudah menjelaskan pengertian pengertian koperasi dari berbagai sisi. Namun jika hanya sebatas pengertian tidak akan cukup untuk lebih mengenal koperasi, maka akan dicoba menjelaskan selanjutnya mengenai hal hal apa saja yang ada di dalam manajemen koperasi.

2.1 Kurangnya pemahaman anggota/masyarakat terhadap koperasi dan Lebih Mengenal Koperasi…

APA KOPERASI ITU ?

Koperasi adalah Asosiasi orang orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Asosiasi berbeda dengan kelompok, asosiasi terdiri dari orang orang yang memiliki kepentingan yang sama, lazimnya yang menonjol adalah kepentingan ekonomi.

Tujuan koperasi yaitu menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibanding sebelum bergabung dengan koperasi.

APA PRINSIP KOPERASI ?

(UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian indonesia)

1.
1. Keanggotaanya sukarela dan terbuka. Yang keanggotaanya bersifat sukarela terbuka bagi semua orang yang bersedia mengunakan jasa jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan tanpa membedakan gender.
2. Pengawasan oleh anggota secara Demokratis. Anggota yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusan. Laki laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. Dalam koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu anggota satu suara). Pada tingkatan lain koperasi juga dikelola secara demokratis.
3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demokratis. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU untuk beberapa atau semua tujuan seperti di bawah ini :

– mengembangkan koperasi. Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan.

– Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan trnsaksi mereka dengan koperasi.

– Mendukung kegiatan lainnya yang disepakati dalam rapat anggota.

1.
1. Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi yang otonom dan mandiri yang di awasi oleh anggotanya. Dalam setiap perjanjian dengan pihak luar ataupun dalam, syaratnya harus tetap menjamin adanya upaya pengawasan demokratis dari anggota dan tetap mempertahankan otonomi koperasi.
2. Pendidikan, Pelatihan, dan Informasi. Tujuanya adalah agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan koperasi. Koperasi memberikan informasi kepada masyarakat umum, mengenai hakekat dan manfaat berkoperasi.
3. Kerja sama antar koperasi. Dengan bekerja sama secara lokal, nasional, regional dan internasional maka gerakan koperasi dapat melayani anggotanya dengan efektif serat dapat memperkuat gerakan koperasi.
4. Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan melalui kebikjakan yang diputuskan oleh rapat anggota.

APA SAJA JENIS KOPERASI ?

Jenis koperasi didasrkan pada kesamaan usaha atau kepentingan ekonomi anggotanya. Dasar untuk menentukan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya. Jenisnya adalah :

1. Koperasi Produsen.

Koperasi produsen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan produksi (produsen). Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara menekan biaya produksi serendah rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi tingginya. Untuk itu, pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggota adalah Pengadaan bahan baku dan Pemasaran produk anggotanya.

1. Koperasi Konsumen

Koperasi konsumen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat. Contoh :

– koperasi simpan pinjam

– koperasi serba usaha ( konsumen)

APA KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA ?

Anggota koperasimemiliki peran ganda, sebagai pemilik sekaligus pengguna pelayanan koperasi. Sebagai pemilik, anggota berpartisipasi dalam memodali, mengambil keputusan, mengawasi, dan menanggung resiko. Sebagai pengguna, anggota berpartisipasi dalam memanfaatkan pelayanan koperasi. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan dan bila dilanggar, maka akan dikenakan sanksi. Sedangkan hak adalah sesuatu yang seharusnya diperoleh. Bila hak ini tidak terpenuhi, maka yang bersangkutan dapat menuntut. Tetapi bila hak tersebut tidak digunakan, maka tidak ada sanksi untuk itu.

Anggota koperasi berkewajiban :

1. mematuhi AD dan ART serta keputusan yang telah ditetapkan dalam Rapat Anggota.
2. menanda tangani perjanjian kontrak kebutuhan. Sehingga, anggota bemar benar sebagi pasar tetap dan potensial bagi koperasi.
3. menjadi pelangan tetap
4. memodali koperasi
5. mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas dasar kekeluargaan
6. menjaga rahasia perusahaan dan organisasi koperasi kepada pihak luar
7. menanggung kerugian yang diderita koperasi, proporsional dengan modal yang disetor.

Anggota koperasi berhak :

1. Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam rapat anggota.
2. memilih pengurus dan pengawas
3. dipilih sebagai pengurus atau pengawas
4. meminta diadakan rapat anggota
5. mengemukakan pendapat kepada pengurus di luar rapat anggota, baik diminta atau tidak
6. memnfaatka pelayanan koerasi dan mendapat pelayanan yang samadengan anggota lain,
7. mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi
8. menyetujui atau mengubah AD / ART sera ketetapan lainya.

Struktur Organisasi Koperasi

1. Rapat Anggota 4. Manajer

2. Pengawas 5. Komite

3. Pengurus

2.3 Perkembangan Koperasi di Daerah Bali…

Koperasi sebagai salah satu lembaga keuangan yang tumbuh di masyarakat dalam hal membantu kelompok usaha kecil saat ini masih dilirik sebagai lembaga keuangan yang dinomorduakan. Pada hal, kebaradaan koperasi ini dapat membantu ekonomi masyarakat kecil yang ada di pedesaan serta kelompok usaha kecil dan menengah yang sedang berkembang dalam mencari modal usahanya. Anggapan koperasi yang merupakan lembaga keuangan masih dinomorduakan ini dibenarkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Suryadharman Ali. Menkop mengatakan tidak menutup kemungkinan saat ini masih ada anggapan mendirikan koperasi hanya untuk mencari fasilitas dari pemerintah. Dana yang merupakan fasilitas dari pemerintah yang diperoleh tidak serta merta di alirkan pada anggota, sehingga anggota koperasi masih saja miskin. Jadi maju atau mundurnya koperasi tergantung dari pemimpinnya.

Koperasi masih merupakan penopang ekonomi kerakyatan di Bali, terutama di daerah pedesaan yang masyarakatnya sulit untuk mendapatkan tambahan modal diperbangkan. Terlihat dari pertumbuhan koperasi di Bali pada :

Tahun Jmlh Unit Koperasi

2006 2.814 Unit

2007 2.929 Unit

Tahun Jmlh Anggota

2006 755.004 Orang

2007 771.626 Orang Dinas Koperasi Propinsi BALI

Dari data di atas dapat dilihat adanya peningkatan Unit dan jumlah anggota, tapi hampir 80% Koperasi ini berada di pedesaan. Karena yang paling banyak memanfaatkan adanya masyarakat desa yang sulit mendapatkan pinjaman kelembaga keuangan formal separti Bank.

Sementara tahun ini paling tidak dana sekitar Rp 4,174 Miliyar akan disalurkan pada koperasi.

Tahun Dana Koperasi yang dibantu Masyarakat yg memanfaatkan

2000 Rp 96 M 111 unit simpan pinjam(9kabupaten) 14.429 orang

2001 Rp 1,4 M 28 LKM (5 kabupaten) 2.575 orang

2002 Rp 2,4 M 24 Koperasi (5 kabupaten) 2.041 orang

2003 Rp 3,6 M 38 Koperasi (9 kebupaten) 2.963 orang

2004 Rp 4 M 4 Koperasi (4 kabupaten) 634 orang

2005 Rp 7 M 10 Koperasi (7 kabupaten) 530 orang

2006 Rp 1,950 M 23 Koperasi 172 orang

Rp 300 Jt 3 Koperasi (3 kabupaten) –

2007 Rp 2 M 20 Koperasi –

Rp 1 M 1 Koperasi –

Rp 300 Jt 3 Koperasi –

Rp 400 Jt 2 Koperasi –

Rp 475 Jt 19 Koperasi –

Dinas Koperasi Propinsi BALI

Data di atas menunjukan bahwa Pemerintah Propinsi Bali tidak selalu memandang sebelah mata Koperasi yang ada di Bali. Namun banyak masalah yang menerpa Koperasi, Banyaknya koperasi yang tidak aktif, bahkan ada yang sampai dijual dan koperasi mati suri. Hal ini disebabkan selain pengurusnya tidak aktif juga karena minimnya dukungan dari para anggota. Dengan demikian anggota jadi kurang mengawasi perkembangan Koperasi sehingga banyak kasus yang menyebabkan koperasi mengalami bangkrut dan Korupsi.

Pabrik Teh Organik

Investor Belanda Kembangkan Teh Organik di Solok

Selasa, 15 September 2009 03:08 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | Dibaca 855 kali
Kebun Teh Organik/ilustrasi. (ANTARA/Maha Eka Swasta)@

Padang (ANTARA News) – Perusahaan asal Belanda menginvestasikan modalnya untuk ujicoba pengembangan komoditi teh organik di Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra.

Ujicoba itu telah dimulai dengan penanaman teh organik itu pada areal sekitar 200 hektar yang ditanam para petani lokal, sedangkan pembinaan dan permodalan dari perusahaan asal Belanda itu, kata anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Kabupaten Solok, Bachtul kepada ANTARA di Padang, Selasa.

Ia menyebutkan, ujicoba itu dilaksanakan di Nagari Air Batumbuk, Kecamatan Gunung Talang, Solok di lahan milik masyarakat lokal.

Sedangkan bibit teh organik, dari bibit lokal namun proses pemilihan, penanaman, pemupukan dan perawatannya dilakukan sesuai dengan tanaman organik tanpa menggunakan zakit kimia pestisida.

Dari pantauan terakhir, kebun ujicoba itu telah berusia enam bulan dan pihak investor itu juga tengah membangun pabrik pengolahan teh organik ini untuk menampung hasil panen nantinya.

Ia mengatakan, setelah diolah di pabrik itu maka komoditi tersebut akan diekspor terutama ke negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris, Prancis dan Spanyol.

Keunggulan komoditi ini, selain perawatan lebih mudah dan biaya produksi lebih rendah, harga teh organik di pasaran dunia cukup tinggi sehingga akan mampu menambah penghasil masyarakat nantinya.

RTL

Rencana Tindak Pembentukan Koperasi di Kecamatan Gunung Talang
No Kegiatan Des 2009 Jan-10 Peb 2010 Mar-10 Peanggung Jawab Disetujui oleh
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan Pembentukan Koperasi (KSP dan KSU)
–  Membentuk SC untuk KSU
–  Membentuk SC untuk KSP
2 Sosialisasi KSP dan KSU ke masyarakat
3 Menggalang calon-calon anggota
4 Pelatihan calon anggota
– Manajemen Dasar Koperasi
– Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga
– Manajemen Perkreditan
– Mobolisasi Simpanan dan Pengembangan Produk SP
5 Steering Committee mempersiapkan pembentukan koperasi:
Merumuskan draft AD/ART Koperasi
Pendataan calon-calon anggota
Mempersiapkan calon-calon Pengurus
Menyusun draft rencana kerja koperasi
– Mempersiapkan operasional KSP
6 Rapat Anggota pembentukan koperasi:
–  Mengesahkan AD/ART Koperasi
Memilih pengurus dan pengawas
– Mengesahkan rencana kerja, termasuk proyeksi keuangannya
7 KSP operasional
8 Pengurusan Badan Hukum Koperasi

Rumusan Hasil Diskusi Topik 2

RUMUSAN HASIL DISKUSI TOPIK 2
Lembaga yang cocok : Koperasi
KEKUATAN S 1 Adanya dasar hukum Dari segi hukum kita ada perlindungan O 1 KESEMPATAN
S 2 Azas kekeluargaan Bisa membuka lapangan kerja O 2
S 3 Keputusan tertinggi di RA Lebih mudah mengembangkan kegiatan usaha O 3
S 4 Pengurus bekerja sesuai dengan AD/ART yang disahkan dalam RA Membuka peluang bisnis untuk anggota O 4
S 5 Koperasi tidak hanya mementingkan keuntungan semata
S 6 Permodalan koperasi berasal dari anggota dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi anggota
S 7 Sarana dan prasarana disesuaikan dengan kemampuan lembaga
KELEMAHAN ANCAMAN
W 1 Kepercayaan masyarakat terhadap koperasi mulai berkurang Kurangnya keberanian investor untuk menanamkan modal T 1
W 2 Kurangnya pengertian anggota terhadap hak dan kewajiban Adanya lembaga keuangan lain yang lebih dulu dikenal masyarakat (rentenir) T 2
W 3 Anggota kurang menyadari kelemahan, kurang disiplin, dan tidak tanggap situasi lingkungan T 3

Pembagian Kelompok Diskusi Lokakarya

KELOMPOK DISKUSI

KELOMPOK  1

No Nama Alamat L/P Asal Peserta
1 Zainimar Jorong Koto Baruah, NAB P SPP Maju Bersama, Koto Baruah
2 Dani Darmansyah Kayu Jao L Klp Tani Timbako
3 Asmanida Jorong Madang, NAB P SPP Muamalat, Jorong Madang
4 Iwan Setyawan Pauh Sicincin, Pd Pariaman L Klp Tani Pauh Bukik Organik
5 Elen Saparingga Air Tawar Utara, Kampung Batu Dalam P Relawan Modal Sosial
6 Yulinnar, SE Jorong Kooto Ateh, NAB P LKMA Karya Bersama
7 Hesri Yeldi Sariak Alahan Tigo, Kec. Hiliran Gumanti L Kelompok Tani Bungo Lansano
8 Yudi Iswandra Air Batumbuk L Klp Tani Borong Tokak
9 Cindra Masri Lubuk Selasih, Batang Barus L KUD Manunggal
10 Ari Koto Baruah, ABT L KTO-Kabun Bau

KELOMPOK  2

No Nama Alamat L/P Asal Peserta
1 Leni Perwita Jorong Koto Baruah P SPP Maju Bersama, Koto Baruah
2 Zaldovitri Kayu Jao L Klp Tani Timbako
3 AP Kesuma RT. 02 Afd D, Sungai Lambai L Klp Tani Tria Mitra
4 Illona Saskia Winata, AMd Jorong Koto Baruah, NAB P Relawan Modal Sosial
5 Marlis Tan Ameh Air Tawar Utara, Kampung Batu Dalam L BP LKMA Karya Bersama
6 Eva Yanti Air Tawar Utara, Kampung Batu Dalam P SPP Suka Maju
7 Darmi Lelo Sati Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus L Klp Tani Rawang Indah
8 Hudmilis Sangkar Puyuh, NAB L Klp Tani Karya Maju
9 Panduko Rawang, Batang Barus L KUD Manunggal
10 Risnawati Sangkar Puyuh P KTO-Kabun Bau


KELOMPOK  3

No Nama Alamat L/P Asal Peserta
1 Tesnimarita Jorong Sangkar Puyuh, NAB P SPP Dahlia Sangkar Puyuh, NAB
2 Bahri Kayu Jao L Klp Tani Timbako
3 Bustami Madang, ABT L KTO-Torapi
4 Fery Air Tawar Utara, Kampung Batu Dalam L Relawan Modal Sosial
5 Syahrial Nur, S Air Tawar Utara, Kampung Batu Dalam L LKMA Karya Bersama
6 Eli Marnis Air Tawar Utara, Kampung Batu Dalam P SPP Kurnia Ilahi
7 Samsu Air Tawar L Klp Bk. Tambulun
8 Bio Buana Putra Koto Baruah, NAB L Klp Tani Kabun Bau
9 Hendri Sutan Sailan Payakumbuh L Wakil Masyarakat
10 Lisniber Koto Ateh, ABT P KTO-TOPS

KELOMPOK  4

No Nama Alamat L/P Asal Peserta
1 Ernawati Jorong Sangkar Puyuh, NAB P SPP Dahlia Sangkar Puyuh, NAB
2 Nice Yulianti Kayu Jao P SPP Klp Timbako
3 Arnedi, SE Pauh Sicincin, Pd Pariaman L Klp Tani Pauh Bukik Organik
4 Indra Air Tawar Utara, Kampung Batu Dalam L Relawan Modal Sosial
5 Ali Sadikin Jorong Koto Ateh, NAB L LKMA Karya Bersama
6 Delfita Yani Air Tawar Utara, Kampung Batu Dalam P SPP Kembang Berkait
7 Eri Basri Air Tawar L Klp Bk. Tambulun
8 Hj. Rosmadias Koto Baruah, NAB P Masyarakat
9 Ahmad Jauhari RT. 03 Afd D sungai Lambai L Klp Tani Tria Mitra
10 Dedos Mirzon Madang, ABT L KTO-Torapi