Kerangka Acuan Lokakarya :

Tema: “Membangun Lembaga Berbasis Masyarakat Sebagai  Sarana Pembangunan Sosial Ekonomi yang Mandiri dan Berkelanjutan”

Sub Tema: “Bagaimana Meningkatkan Pendapatan Para Petani Teh Organik

di Kabupaten Solok?”

  1. 1. Latar Belakang

Kegiatan pertanian teh organik yang dikembangkan oleh PT SHGW Tea Indonesia telah berjalan, baik ditingkat petani maupun ditingkat pengolahan (pabrik). Dalam kerangka kerjasama yang dikembangkan, hubungan PT SHGW dan petani harus didasarkan pada prinsip saling menguntungkan. Tujuan besar yang akan dicapai sebagai usaha bersama adalah meningkatnya kesejahteraan para petani dan keberhasilan perusahaan.

PT SHGW dan Yayasan Cerdas mempunyai peranan yang strategis dalam mendorong upaya-upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan model pengembangan teh organik yang terintegrasi. Dalam model ini pengembangan usaha dilakukan dengan tujuan menciptakan kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat melalui peningkatan nilai tambah, keuntungan sosial, dan konservasi lingkungan.

Dalam asessment yang dilakukan oleh Reka Desa menunjukkan bahwa para petani yang tergabung dalam Kelompok Teh Organik (KTO) mempunyai peluang memperoleh dua sumber pendapatan. Sumber pendapatan pertama diperoleh dari hasil pertanian hortikultura. Sedangkan sumber pendapatan kedua berasal dari hasil pertanian teh organik yang dijual/dipasarkan ke PT SHGW. Walaupun mempunyai dua sumber pendapatan, namun petani tetap dihadapkan pada permasalahan klasik, yaitu lemahnya posisi tawar ketika berhadapan dengan pasar atau pembeli. Akibatnya harga produk pertanian hortikultura senantiasa lemah (rendah), dan margin keuntungan yang diperoleh sangat rendah. Dalam kondisi ini para petani harus bersatu dalam satu wadah agar mampu manghadapi pasar. Minimal mempunyai posisi tawar yang lebih baik terhadap pasar. Termasuk didalamnya adalah tersedianya peluang-peluang bagi petani untuk mengakses  modal kerja, intermediari pasar, dan  pemenuhan kebutuhan saprodi (pupuk dan bibit dll)

Dari temuan empiris dilapangan, ditemukan dua alternatif yang bisa dikembangkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi para petani. Pertama, membangun lembaga keuangan berbasis masyarakat untuk memberikan layanan keuangan khususnya simpanan pinjaman bagi para petani. Lembaga-lembaga ini sudah berjalan ditengah masyarakat,walaupun demikian kegiatan yang dijalankan masih dalam lingkup dan modal kerja yang terbatas. Kedua, membentuk lembaga usaha yang berbasis anggota para petani, yang mempunyai peranan meningkatkan kemampuan dan kwalitas produksi dan pemasaran hasil pertanian anggota.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, maka diperlukan sebuah pemahaman bersama dari para petani serta pelaku-pelaku yang berkaitan dengan usaha-usaha tersebut. Terutama pemahaman akan pentingnya mereka untuk bersatu dan menyelesaikan masalah-masalah ekonomi dan pertanian jang dihadapi secara bersama-sama.

Agar diperoleh gambaran dan kesamaan pandangan dari peserta lokakarya , maka diselenggarakan suatu forum dengan tema: “Membangun Lembaga Berbasis Masyarakat Sebagai Sarana Pembangunan Sosial Ekonomi yang Mandiri dan Berkelanjutan” dan sub tema: “Bagaimana Meningkatkan Pendapatan Para Petani Teh Organik di Kabupaten Solok?”.

  1. 2. Tujuan Lokakarya

  1. Memberikan pemahaman tentang lembaga swadaya masyarakat yang dibangun berlandaskan semangat kooperatif.
  1. Memberikan pemahaman tentang fungsi, tanggungjawab, dan peran masing-masing lembaga dalam membangun ekonomi kerakyatan, khususnya dalam mendukung pengembangan teh organik di Kecamatan Gunung Talang dan Danau Kembar, Kabupaten Solok.
  1. Menyusun langkah-langkah strategis dan sarana pengembangan lembaga (institusi)  yang berbasis masyarakat  dalam pengelolaan ekonomi kerakyatan.

3.  Sasaran yang Ingin Dicapai

Membekali peserta lokakarya dengan pandangan dan semangat kebersamaan serta percaya diri untuk mulai meletakkan dasar-dasar membangun lembaga yang berbasis masyarakat secara swadaya dan berkelanjutan.

4.  Waktu dan Tempat

Kegiatan lokakarya akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal    :  Senin-Selasa, 7-8 Desember 2009

Tempat            :  BPTP Sukarame, Kabupaten Solok

5.  Nara Sumber dan Moderator

Bertindak sebagai narasumber dalam lokakarya adalah:

  1. Bpk. Algeri Adnan, Ketua LKM Sukma Karsa, Pasaman
  2. Bpk. Syarief Ali, SE, Dosen  Fakultas Ekonomi Universitas Andalas
  3. Bpk. Masril Koto, Praktisi Pengembang Masyarakat

Sedangkan moderator lokakarya adalah: Bpk. H. Chandra, Direktur Pengelola PT Reka Desa

6.   Peserta Lokakarya

Peserta  lokarya berjumlah 40 orang, terdiri dari unsur dan perwakilan :

–       LKMA Karya Bersama            :  4 orang

–       Kelompok  Teh Organik          : 11orang

–       PKK                                         :  6 orang

–       KUD Manunggal                      :  3 orang

–       Simpan Pinjam Perempuan    :  9 orang

–       Relawan Modal Sosial :  3 orang

–       Cerdas/Wakil masyarakat      :  4 orang

(Catatan : Agar diupayakan terdapat perimbangan peserta lokakarya dari aspek gender)


AGENDA WORKSHOP:

Tema: “Membangun Lembaga yang Berbasis Masyarakat Sebagai Sarana Pembangunan Sosial Ekonomi yang Mandiri dan Berkelanjutan”.

Sub Tema: “Bagaimana Meningkatkan Pendapatan Para Petani Teh Organik

di Kabupaten Solok?”

Hari 1, Senin 7 Desember 2009:

08.00 – 08.10 Pembukaan
08.10 – 08.20 Sambutan Bpk. H. Chandra (Rekadesa)
08.20 – 08.30 Sambutan Pembuka: Bpk. Tri Kuntarto (PT SHGW)
08.30 – 09.00 Perkenalan Peserta Lokakarya dipamdu Masril Koto
09.00 – 10.00 Presentasi  1: Pelayanan jasa keuangan dan pembiayaan untuk sektor usaha pertanian dan masyarakat pedesaan.

Nara Sumber  :  Syarief Ali, SE, Dosen Fakultas Ekonomi Unand

Moderator       :  Trisna Ansarli, Rekadesa

10.00-10.15 Rehat Kopi
10.15 – 11.15 Presentasi 2:

Peran Sektor Pertanian dalam pembangunan ekonomi dan pendapatan rumah tangga masyarakat pedesaan.

Nara Sumber  :  Algeri Adnan, Ketua LKM Sukma Karsa

Moderator       :  H. Chandra, Rekadesa

11.15 – 12.15 Presentasi 3:

Peran modal sosial masyarakat dalam pembangunan ekonomi pedesaan, permasalahan dan harapannja.

Nara Sumber  :  Masril Koto, Praktisi Pengembang Masyarakat

Moderator       :  Trisna Ansarli, Rekadesa

12.15 – 13.30 Istirahat, Shalat dan Makan Siang
13.30 – 14.00 Pengantar moderator dan penjelasan tentang diskusi kelompok, proses lokakarya dan pembentukkan tim perumus.
14.00 – 15.30 Diskusi kelompok Topik 1:

Apa alasan utama kebutuhan masyarakat Solok untuk mengakses layanan jasa keuangan? Apakah permasalahan mendasar yang dihadapi? Lembaga yang bagaimana yang mampu memenuhi harapan masyarakat sekitarnya?

15.30– 15.45 Rehat kopi
15.45 – 17.45 Presentasi  Hasil Diskusi Kelompok
17.45 – 19.00 Istirahat
19.00 – 20.00 Makan Malam
20.00 – 21.00 Rangkuman Hasil Diskusi Kelompok

Hari 2 , Selasa 8 Desember 2009:

08.00 – 09.30 Diskusi Kelompok Topik 2:

Faktor faktor apakah yang menurut peserta lokakarya merupakan, kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan dalam membangun lembaga yang berbasis masyarakat?

09.30 – 10.30 Presentasi Hasil Diskusi Kelompok
10.30 – 10.45 Rehat Kopi
10.45 – 11.45 Rangkuman Hasil Diskusi Kelompok
11.45– 12.30 Pleno Hasil Diskusi Topik 1 dan Topik 2
12. 30 – 13.30 Istirahat, Shalat dan Makan Siang
13.30 – 15.30 Team Perumus dengan Panduan Tim Moderator:

  • Merangkum Hasil Diskusi Topik 1 dan Topik 2
  • Menyusun Rencana Tindak

Peserta yang tidak duduk dalam tim perumus mengikuti presentasi :

  • Peran & Tanggung Jawab dari sebuah lembaga Panitia Pendiri (Steering Committee).
  • Apa yang dimaksud dengan lembaga berbasis masyarakat?
  • Apa yang diartikan sebagai suatu ”Usaha” dan kenapa perlu dilengkapi dengan sebuah Tata Kelolala yang baik?
15.30 – 16.30 Rangkuman  Hasil Lokakarya dan Rencana Tindak
16.30  – 17.00 Pembentukan Steering Committee
17.00 – 19.00 Istirahat
19.00  – 20.00 Makan Malam
20.00 – 20.30 Kata Penutup dari Direksi PT SHGW & Rekadesa

Pengumuman

Ramah Tamah